Benda Multifungsi Yang Pasti Terdapat di Rumah Anda

Jimayule – Anda mungkin tidak menyadari bahwa barang-barang yang terdapat di rumah ternyata memiliki beragam kegunaan selain fungsi utamanya. Ya, sebut saja seperti pasta gigi yang ternyata tidak hanya berguna untuk membersihkan gigi tapi juga membersihkan noda krayon.

Dan bukan hanya pasta gigi, benda-benda lain yang ada di rumah ternyata juga punya beragam kegunaan. Untuk itu, kenali setiap benda yang ada di sudut rumah dan pahami apa saja kegunaannya, seperti yang dikutip dari Rumah.com berikut ini.

1. Pasta Gigi

Image result for fungsi lain pasta gigi

  • Menghilangkan Noda Krayon. Keluarkan sedikit pasta gigi (pilih yang bukan dalam bentuk gel) dan oleskan di dinding yang terkena coretan krayon. Gosokkan perlahan dengan kain lap yang lembut kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih.
  • Menghilangkan Bau Tak Sedap di Tangan. Bau bawang menempel di tangan Anda setelah memasak? Cobalah untuk mencucinya dengan menggunakan sedikit pasta gigi.
  • Memutihkan Sepatu Olahraga. Anda bisa membersihkan sepatu putih dengan menggunakan pasta gigi. Oleskan sedikit di sikat gigi bekas dan gosokkan, bilas dengan air hingga bersih.
  • Membersihkan Kacamata Renang. Uap yang biasa terdapat di dalam kacamata renang biasanya akan membekas di bagian dalamnya. Coba bersihkan dengan menggunakan sedikit pasta gigi kemudian lap hingga bersih. Kacamata renang akan tampak bersih berkilau kembali.

2. Selotip

Image result for fungsi lain selotip

  • Melindungi Dinding. Ambil sedikit selotip dan pasang di dinding tempat Anda akan memasang paku. Selotip akan menahan cat di sekitar paku agar tidak retak ketika Anda memasang paku dengan palu.
  • Menghaluskan Bagian Label Baju. Anda sering merasa terganggu dengan label di bagian kerah baju? Berikan selotip di bagian tersebut agar label tersebut tidak terasa kasar.
  • Menahan Kancing Baju. Jika kancing baju Anda mulai longgar, rekatkan selotip di permukaannya agar kancing tidak jadi lepas.
  • Merekatkan Lilin. Bila Anda sering menggunakan lilin dikala listrik padam atau menyalakan lilin aromaterapi sebagai pewangi ruangan, rekatkan selotip di bagian bawah tempat lilin agar lebih aman.

3. Garam

Image result for fungsi lain Garam

  • Mencuci Sayur. Hilangkan kotoran di sayuran hijau seperti bayam atau kale dengan mencucinya di semangkuk air garam.
  • Menghilangkan Busa. Ketika mencuci baju dengan tangan, taburkan sedikit garam untuk menghilangkan busa setelah mengunakan deterjen sehingga proses pembilasan bisa lebih cepat.
  • Menghilangkan Kotoran di Setrikaan. Untuk menghilangkan kotoran yang biasa menempel di permukaan setrikaan, taburkan garam di atas kertas coklat dan setrikalah bagian tersebut beberapa kali.
  • Menghilangkan Noda Air di Permukaan Kayu. Noda percikan air atau tumpahan makanan seringkali sulit untuk dibersihkan, buatlah adonan dari garam dan minyak sayur lalu gosokkan di bagian yang terkena noda menggunakan spons. Diamkan beberapa saat, kemudian bersihkan.

4. Cat Kuku

Image result for fungsi lain Cat Kuku

  • Mencegah Warna Perhiasan Memudar. Cat kuku bisa digunakan untuk memoles warna perhiasan agar tidak menghitam atau memudar, gunakan warna cat kuku yang bening untuk melakukan ini.
  • Merekatkan Amplop. Jika Anda ragu amplop surat yang dikirimkan sudah merekat sempurna, oleskan cat kuku di bagian belakang penutup amplop agar lebih kuat.

Hal Yang Dapat Menyebabkan Data Nasabah Bocor

Jimayule – Kasus kebocoran data nasabah yang sedang heboh saat ini cukup meresahkan masyarakat setelah Bareskrim Polri membongkar pelaku penjual data nasabah.

Perbankan selama ini disebut-sebut yang menyebarkan data tersebut, padahal tanpa disadari ada kebiasaan masyarakat yang membuat data pribadinya tersebar luas, bahkan diperjualbelikan.

‎”Kami (bank) dan nasabah sebagai korban. Data ini pasti disebutnya dari bank karena yang punya data ini adalah bank,” kata Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas saat acara Media Gathering di Lombok, Jumat (25/8/2017).

Rohan menuturkan, ada tiga perilaku masyarakat yang membuat data pribadi, termasuk rekening yang bisa tersebar ke publik, bahkan parahnya lagi di duplikasi. Pertama, menggesekkan kartu kredit atau kartu debet selain ke mesin EDC, juga ke keyboard komputer maupun mesin cash register kasir.

“Kalau konsumen sering berbelanja ke mal atau toko modern, membayar pakai kartu debet atau kar‎tu kredit, kan biasanya digesek ke mesin EDC, itu normal tidak apa karena sudah ada peraturan dan etikanya terprotek secara sistem,” tutur dia.

“Tapi setelah itu, si kasir biasanya gesek lagi di keyboard komputer atau mesin cash register, nah itu tidak boleh. Jangan mau, karena itu merekam data nasabah di komputer atau hardisk PC mereka,” Rohan menambahkan.

“Kalau komputer atau hardisk dikasihkan ke temannya misal, terus di download, ya dapat itu semua data konsumen. Magnetiknya membaca data itu, kemudian kartu kosong baru disuntik data nasabah, jadilah kartu kloning,” tegas Rohan.

Kedua, lebih jauh kata Rohan, gaya hidup masyarakat sekarang ini berbelanja online secara tidak sadar sudah memberikan datanya ke publik.

Image result for data nasabah bocor

“Kalau beli online, kan pada daftarin tuh nomor kartunya. Mau bayar, masukkan tiga digit belakang nomor kartu. Itu siapa yang ngatur keamanannya di toko online? Belum ada kan,” tutur dia.

“Sedangkan bank very regulated, ada banknya, diawasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Bisa ketahuan dari situ. Nah kalau online bagaimana keamanannya,” Rohan menerangkan.

‎Rohan melanjutkan, yang ketiga, belanja online via ponsel dengan menggunakan wifi publik. “Belanja di hape, pakai wifi umum. Sangat gampang sekali di hack, bisa dapat deh data mereka,” tutur dia.

Lebih jauh ia menjelaskan, selama ini antara perbankan dan merchant sudah bekerja sama untuk meningkatkan keamanan data nasabah. Yang bertanggungjawab pun hendaknya manajer lapangan dan Visa.

“Sudah (kerja sama). Jadi manajer lapangan lah yang tanggungjawab saat bertugas, serta Visa sebagai perusahaan switching di Indonesia. Semua EDC kan harus ada Hub-nya, nah itu Visa. Visa yang harusnya men-training semua kasir tidak boleh begitu (gesek kartu ke komputer atau cash register),” tegasnya.

Dia menuturkan, hal itu wajib dilakukan lantaran di Indonesia belum menerapkan sistem integrasi antara mesin cash register atau keyboard komputer dengan perbankan. Keduanya masih berdiri sendiri, dan berbeda dengan negara maju lain.

“Ini kan harusnya si kasir input data manual bukan digesek ke PC, tapi mereka malas, lalu gesek saja. Di luar negeri, keyboard sudah berfungsi mengganti EDC, cash register sudah online dengan bank. Di kita kan masih berdiri sendiri, jadi ada EDC di samping PC atau cash register,” jelas Rohan.

Ia berharap, regulator semakin meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait peningkatan keamanan data nasabah. “Ya makin gencar saja regulator edukasi supaya mereka tahu,” kata Rohan.

Bareskrim Tangkap Penjual Data Nasabah

Sebelumnya Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial C (27), atas dugaan penjualan data nasabah.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Brigadir Jenderal Pol Agung Setya mengatakan, penangkapan dilakukan pada Sabtu, 12 Agutus 2017.

“Tersangka ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penjualan data nasabah,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017.

Penangkapan C bermula dari laporan masyarakat yang terganggu oleh pihak-pihak yang menawarkan kartu kredit atau asuransi melalui telepon.

“Padahal, pemilik nomor telepon tidak pernah memberikan nomor telepon kepada pihak-pihak itu,” ujar Agung.

Menurut dia, data nasabah perbankan harus dilindungi kerahasiaannya. Tidak boleh ada pihak-pihak yang mengambil informasi data nasabah kemudian dijual kepada pihak lain untuk keuntungan pribadi.

“Ini merupakan perbuatan melanggar hukum, di mana nasabah sudah dilindungi oleh undang–undang dengan tindakan yang dilakukan tersangka,” beber Agung.